Dokumentasi Produk Weba

Satu tempat untuk generate, refine, edit, dan deploy website dengan AI.

Pelajari cara membuat website dengan Weba — dari tulis brief, generate, refine, sampai deploy live. Panduan ini mencakup semua fitur yang tersedia, cara kerjanya, dan tips agar hasil generation lebih optimal.

Apa itu Weba?

Weba adalah platform pembuat website berbasis AI yang membantu Anda generate, refine, edit, dan deploy website dari satu dashboard.

Untuk siapa?

Cocok untuk founder, marketer, freelancer, tim produk, dan developer yang ingin bergerak cepat tanpa setup panjang.

Model kerja token

Generation, prompt assistant, refinement chat, dan editor copilot memakai saldo token bersama dengan histori billing terpisah per scope.

Ringkasan

Apa saja yang bisa dilakukan di Weba?

Project ini tidak hanya generate halaman dari prompt. Weba dirancang sebagai workflow lengkap mulai dari ide, produksi file, iterasi AI, editing manual, billing audit, sampai deployment dan observabilitas admin.

Generate dan iterasi

Multi-Agent Planner

Pipeline tiga agen AI — Loki, Thor, Hera — untuk menyusun product brief, desain, dan rencana teknis sebelum generation.

Prompt Assistant

Rapikan brief sebelum generate agar hasil awal lebih tepat dan lengkap.

Generation website

Generate website dalam format Multi-File HTML, Single HTML, React, atau Vue.js dengan provider dan model yang dapat dipilih.

Website Refinement

Lanjutkan iterasi lewat chat kontekstual setelah website selesai dibuat.

Editor Copilot

Minta penjelasan, rewrite, atau patch terstruktur langsung dari editor file.

Preview Website

Lihat tampilan website hasil generate langsung di browser sebelum deploy — periksa layout, konten, dan responsivitas tanpa perlu publish.

Alur kerja produksi

Editor kode di browser

Lihat dan edit file tanpa pindah alat, termasuk preview patch sebelum diterapkan.

Deploy sekali klik

Deploy website yang sudah selesai ke lingkungan live dan pantau status deployment.

Custom domain

Hubungkan domain sendiri ketika plan dan deployment sudah memenuhi syarat.

Struktur file dan pengelolaan aset

Jelajahi struktur file, buka file, upload, replace, dan download ZIP hasil website.

Operasional platform

Referensi Teknis

Billing dan riwayat token

Pantau top up, konsumsi generation, dan AI chat dalam satu histori.

Dashboard admin

Kelola pengguna, provider, plan, pembayaran, dan deployment dari panel admin.

Pengelolaan provider

Atur model AI, rate token, dan API key provider secara terpusat.

Worker asynchronous

Generation dan deployment berjalan lewat antrean agar proses panjang tetap stabil.

Quick Start

Alur penggunaan Weba dari nol sampai live

Jika Anda baru pertama kali memakai Weba, ikuti alur di bawah ini. Struktur ini juga merepresentasikan journey produk yang paling umum di dashboard.

1

Tulis brief website

Mulai dari halaman generate website baru. Isi nama project, brief, provider, model, dan tipe output.

💡 Tip: Semakin spesifik brief Anda — target audience, tone, section yang diinginkan — semakin akurat hasil generation pertama.

2

Rapikan dengan Prompt Assistant

Gunakan Prompt Assistant untuk memperjelas audience, section, CTA, tone visual, dan kebutuhan responsive.

3

Generate versi pertama

Weba menampilkan estimasi token terlebih dahulu, lalu memulai proses generation secara asynchronous.

💡 Tip: Generation berjalan di background — Anda tidak perlu tetap di halaman. Status update otomatis saat selesai.

4

Refine hasil website

Setelah status website selesai, buka detail website untuk diskusi lewat Website Refinement dan lanjut ke editor bila perlu patch file.

5

Preview sebelum publish

Buka halaman Preview untuk melihat tampilan website langsung di browser. Periksa layout, konten, dan responsivitas — lakukan iterasi bila masih ada yang perlu diperbaiki.

💡 Tip: Preview tidak memerlukan deploy — Anda bisa verifikasi tampilan langsung dari storage tanpa publish.

6

Deploy dan monitor

Ketika konten dan tampilan sudah sesuai, deploy website dan monitor histori deployment serta histori konsumsi token di billing.

Output Type

Perbandingan empat format output

Gunakan tabel ini untuk memilih format output yang paling cocok antara HTML cepat, single-file delivery, atau aplikasi interaktif berbasis build pipeline.

AspekMulti-File HTMLSingle HTMLReactVue.js
Format fileindex.html, style.css, script.js, assetsSatu file index.htmlProject Vite React dengan src/ dan package.jsonProject Vite Vue dengan App.vue dan package.json
Build stepTidak adaTidak adanpm install + npm run buildnpm install + npm run build
InteractivityJS ringan / Alpine.jsCDN-based Alpine.js / Chart.jsShared state dan component patternsComposition API dan composables
Deploy artifactSource root langsungRoot file langsungdist/dist/
Use case utamaMarketing site dan company profilePrototype cepat dan single-file handoffDashboard dan SPA interaktifDashboard dan SPA interaktif
Scale minimal3-4 section inti3-4 section ringkas1-2 view1-2 view
Scale comprehensive7+ section dan visual lebih kayaSingle file besar dengan section lebih banyak5+ view, chart, table, search/filter5+ view, chart, table, search/filter

Multi-Agent Planner

Tiga agen AI yang bekerja bersama sebelum generation

Multi-Agent Planner menjalankan pipeline tiga agen secara berurutan: Loki menyusun product brief, Thor merancang desain, dan Hera merencanakan arsitektur teknis. Hasilnya disatukan menjadi handoff prompt yang kaya konteks untuk generator.

Alur pipeline

Input

Brief Anda

Deskripsi project & brand context

Agen 1

Loki

Product Brief

· Problem statement

· Target persona

· JTBD

· Scope boundary

· Success metrics

· PRD

Agen 2

Thor

Design Blueprint

· Wireframe outline

· Style tokens

· Component blueprint

· A11y checklist

· Layout rationale

· Responsive notes

Agen 3

Hera

Technical Plan

· Architecture decision

· Tradeoff matrix

· Implementation phases

· Security checks

· Scaling path

· Build vs buy

Output

Handoff Prompt

Siap diteruskan ke generator

Agen 1

Loki

Product Brief Agent

Loki adalah agen pertama dalam pipeline. Tugasnya mengubah brief mentah Anda menjadi dokumen Product Requirement (PRD) yang terstruktur. Loki mengidentifikasi masalah inti yang ingin diselesaikan, mendeskripsikan target persona beserta pain points-nya, mendefinisikan job-to-be-done, menentukan scope in/out, menetapkan success metrics, dan merangkum goals serta non-goals dari keseluruhan project.

Output utama

  • · Problem statement — akar masalah yang diselesaikan
  • · Target persona — nama, role, dan pain points
  • · JTBD — job-to-be-done yang mendorong keputusan user
  • · Scope boundary — apa yang masuk dan tidak
  • · Success metrics — indikator keberhasilan terukur
  • · PRD — overview, goals, dan non-goals

Agen 2

Thor

Design Blueprint Agent

Thor menerima PRD yang dihasilkan Loki dan mentransformasikannya menjadi blueprint desain yang dapat langsung dieksekusi. Thor mendefinisikan struktur wireframe per section, memilih style tokens (warna primer, tipografi, spacing), merancang komponen UI beserta props-nya, memberikan catatan responsivitas, menyusun panduan konten, dan memastikan checklist aksesibilitas dasar sudah terpenuhi.

Output utama

  • · Wireframe outline — sections dan layout type
  • · Style tokens — warna, font, dan spacing unit
  • · Component blueprint — nama, deskripsi, dan props
  • · Starter template spec — recommended output type
  • · A11y checklist — item aksesibilitas dasar
  • · Responsive notes — petunjuk mobile/desktop

Agen 3

Hera

Technical Plan Agent

Hera menerima blueprint dari Thor dan menyelesaikan perencanaan dari sisi teknis. Hera memutuskan pola arsitektur yang tepat beserta rasionalisasinya, menyusun tradeoff matrix antara opsi implementasi, memecah pekerjaan menjadi fase-fase yang terurut, mendefinisikan security checks, menentukan scaling path, dan memberikan catatan build-vs-buy untuk setiap komponen kritis.

Output utama

  • · Architecture decision — pola dan rasionalisasi
  • · Tradeoff matrix — opsi, pros, dan cons
  • · Implementation phases — fase dan task terurut
  • · Security checks — item keamanan wajib
  • · Scaling path — jalur pertumbuhan sistem
  • · Build vs buy notes — rekomendasi per komponen

Handoff ke Generator

Setelah ketiga agen selesai bekerja, sistem menyatukan seluruh output — PRD dari Loki, blueprint dari Thor, dan rencana teknis dari Hera — menjadi satu handoff prompt yang kaya konteks. Anda dapat me-review ringkasan artifacts dari setiap agen, lalu memilih action berikutnya: apply PRD ke prompt generator, apply design blueprint, atau generate langsung. Tidak ada yang diterapkan tanpa persetujuan Anda.

Arsitektur

Referensi Teknis

Bagaimana sistem Weba disusun?

Di balik dashboard yang sederhana, Weba menggunakan arsitektur async yang memisahkan layer UI, API, queue worker, data store, file storage, dan deployment provider. Diagram berikut merangkum blok utamanya.

Client layer

Next.js App Router untuk dashboard user, admin, auth, docs, editor, billing, dan surface AI.

API layer

Gin API menangani auth, website, billing, riwayat token, aksi admin, dan endpoint AI chat.

Async layer

Asynq worker mengerjakan generation dan deployment agar proses lama tidak memblok request user.

Data & storage

Postgres menyimpan user, website, payment, token transaction, chat session, dan metadata operasional.

Artifact layer

MinIO menyimpan file website, output build, dan artefak yang dipakai editor maupun deployment.

Delivery layer

Provider deployment mempublikasikan website ke subdomain live dan custom domain ketika tersedia.

Diagram ringkas

Dashboard user, auth, admin, billing, docs
Gin API: auth, websites, payments, tokens, AI chat
Asynq worker: generation dan deployment
Postgres + MinIO + provider deployment

Flow System

Referensi Teknis

Flow backend yang paling penting untuk dipahami

Flow di bawah ini menjelaskan bagaimana Weba memproses generation, refinement chat, preview, dan deployment secara asynchronous. Ini penting untuk memahami kenapa status website, file storage, dan billing saling terkait.

Flow Multi-Agent Planner

1

User menulis brief project dan konteks brand di panel Multi-Agent Planner

2

Loki menganalisis brief dan menghasilkan Product Requirement Document lengkap dengan persona, JTBD, scope, dan success metrics

3

Thor menerima PRD dari Loki, lalu merancang wireframe, style tokens, component blueprint, dan accessibility checklist

4

Hera menerima desain dari Thor, lalu menyusun keputusan arsitektur, tradeoff matrix, fase implementasi, dan security checks

5

Sistem menyatukan seluruh output menjadi handoff prompt yang siap diteruskan langsung ke generator website

Flow generation website

1

User submit brief dari dashboard

2

API membuat record website dan enqueue job generation

3

Worker memanggil provider AI lalu menyusun file project

4

File disimpan ke storage dan metadata di-update di Postgres

5

Frontend mengikuti progress lewat SSE dan membuka detail page setelah selesai

Flow refinement dan editor copilot

1

User membuka session chat dari website detail atau editor

2

Frontend membuat sesi dan stream response AI lewat SSE

3

Backend menyimpan riwayat pesan, usage, dan metadata token

4

Saldo token dan riwayat token di-refresh setelah stream selesai

5

User bisa melanjutkan session lama atau membuat session baru di mobile maupun desktop

Flow preview website

1

User membuka halaman Preview dari detail website yang sudah selesai di-generate

2

Sistem mengambil file website dari storage dan merendernya di browser

3

User dapat memeriksa layout, konten, dan responsivitas tanpa perlu deploy ke lingkungan live

4

Bila ada yang perlu diperbaiki, user kembali ke Refinement Chat atau Editor untuk iterasi

5

Setelah puas dengan tampilan preview, user melanjutkan ke Deploy Sekali Klik

Flow deployment

1

User menekan tombol deploy pada website yang sudah selesai

2

API membuat record deployment lalu enqueue job deploy

3

Worker mengambil file atau output build dan mengirim ke adapter deployment

4

Status deployment di-update berkala hingga running, failed, atau stopped

5

User dapat memonitor deployment dari dashboard maupun panel admin

FAQ

Pertanyaan yang paling sering muncul

FAQ ini ditulis untuk user yang ingin memahami produk dari sisi pemakaian, token, deployment, dan batasan workflow.

Multi-Agent Planner adalah fitur opsional yang menjalankan pipeline tiga agen AI secara berurutan — Loki untuk product brief, Thor untuk desain, dan Hera untuk rencana teknis — sebelum generation dimulai. Gunakan planner ketika Anda ingin website yang dihasilkan lebih terstruktur dan berbasis perencanaan mendalam, bukan hanya dari brief singkat.

Loki berperan sebagai Product Manager yang mengubah brief menjadi PRD lengkap — problem statement, persona, JTBD, scope, dan success metrics. Thor menerima PRD dari Loki dan merancang wireframe, style tokens, component blueprint, serta checklist aksesibilitas. Hera menerima desain dari Thor dan merencanakan arsitektur teknis, tradeoff matrix, fase implementasi, security checks, dan scaling path.

Tidak, planner bersifat opsional. Anda tetap bisa langsung generate dengan brief dan Prompt Assistant. Planner direkomendasikan ketika brief Anda masih umum dan ingin mendapatkan rencana yang lebih matang sebelum generator bekerja.

Ya. Setelah ketiga agen selesai, sistem menyatukan seluruh hasil menjadi satu handoff prompt yang siap dipakai generator. Anda bisa review handoff tersebut dan memilih untuk langsung apply atau memodifikasinya terlebih dahulu.

Preview Website adalah tampilan langsung di browser dari website hasil generate, tanpa perlu deploy ke lingkungan live terlebih dahulu. Gunakan Preview setelah selesai refinement untuk memverifikasi layout, konten, dan responsivitas sebelum memutuskan untuk publish.

Prompt Assistant dipakai sebelum generate untuk merapikan brief. Website Refinement dipakai setelah website selesai untuk diskusi level produk atau UI. Editor Copilot dipakai di level file untuk penjelasan kode, rewrite, dan patch terstruktur. Preview dipakai untuk melihat tampilan visual akhir website sebelum deploy — tanpa menulis kode atau chat dengan AI.

Ya. Satu saldo token dipakai untuk generation, prompt assistant, website refinement, dan editor copilot. Riwayat billing memisahkan scope konsumsi agar Anda tetap bisa audit pemakaian.

Pilih Multi-File HTML atau Single HTML jika Anda ingin hasil yang bisa langsung dipakai tanpa proses build — cocok untuk landing page, company profile, dan prototype cepat. Pilih React atau Vue jika Anda butuh interaktivitas kompleks seperti shared state, composables, atau SPA dengan banyak view. React dan Vue memerlukan langkah npm install + npm run build sebelum deploy.

Editor Copilot menggunakan pola preview-before-apply. AI dapat mengusulkan patch terstruktur, lalu Anda yang memutuskan apakah patch itu diterapkan ke selection atau file aktif.

Ya. Website yang sudah siap bisa di-deploy ke subdomain live. Untuk custom domain, ketersediaannya mengikuti aturan plan dan status deployment.

Tidak semestinya. Sistem billing dan service layer dirancang agar stream yang gagal tidak menghasilkan charge, sementara stream yang selesai mencatat usage dan metadata transaksi dengan benar.

Ya. Panel admin dapat melihat transaksi token user lengkap dengan usage scope, provider, description, reference, dan balance after.

Tidak. Weba saat ini mendukung empat output type: Multi-File HTML, Single HTML, React, dan Vue.js. Pilihan format ditentukan saat generation dimulai.

Penutup

Ringkasan project Weba

Weba adalah monorepo yang menggabungkan dashboard Next.js, API Gin, queue worker, storage artifact, dan adapter deployment dalam satu workflow produk. Fokus utamanya adalah mempercepat pembuatan website berbasis AI tanpa kehilangan kontrol atas file, histori token, dan proses deployment.

Next.js DashboardGin APIAsynq WorkerMinIO StorageAI Multi-AgentToken Billing